Cerita dan Sejarah Lokal
Ruang untuk merawat ingatan warga, kisah asal-usul, dan perjalanan Desa Tarokan dari masa ke masa.
Pelajari →Jelajah Budaya • Tarokan, Kediri
Mengenal tradisi, cerita, acara masyarakat, dan potensi alam yang terus tumbuh dari generasi ke generasi.
Jelajahi Budaya →Dokumentasi dan visual Desa Tarokan
Gulir ↓01 Tentang Tarokan
Desa Tarokan merupakan salah satu desa di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Masyarakatnya hidup dalam lingkungan yang erat dengan tradisi, budaya lokal, pertanian, dan semangat gotong royong
Dari berbagai cerita dan kegiatan masyarakat, Tarokan memiliki nilai-nilai lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Halaman ini menjadi ruang untuk mengenal sejarah, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat Desa Tarokan.
Kenali budaya Tarokan ↗02 Jejak Budaya
Informasi disusun berdasarkan observasi, wawancara, dokumentasi lapangan, dan keterangan narasumber agar informasi yang ditampilkan tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Ruang untuk merawat ingatan warga, kisah asal-usul, dan perjalanan Desa Tarokan dari masa ke masa.
Pelajari →Mengenal nilai kebersamaan, kebiasaan, ritual, dan tradisi yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat.
Pelajari →Dokumentasi kesenian, pertunjukan, dan kegiatan kreatif warga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Pelajari →Potret keseharian masyarakat Desa Tarokan, mulai dari bertani, beternak, hingga kegiatan di lingkungan rumah.
Pelajari →03 Tradisi dan Ritual
Tradisi Hindu Masyarakat TarokanTradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun untuk menyucikan dan menyempurnakan roh orang yang telah meninggal.
Entas-entas merupakan tradisi keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Desa Tarokan. Berdasarkan keterangan awal dari Pak Wo Gufron atau Pak Kasun Gufron, tradisi ini bertujuan menyucikan dan menyempurnakan roh orang yang telah meninggal.
Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun. Waktu pelaksanaannya bersifat fleksibel dan dapat dilakukan pada hari ke-44, ke-100, ke-1000 setelah kematian, atau beberapa tahun setelahnya, menyesuaikan kemampuan keluarga dan aturan adat setempat.
Dokumentasi tanggal 30 Juli 2026 di kawasan Gunung Buthak terutama merekam tahap persiapan. Tim KKN tidak mengikuti seluruh rangkaian ritual.
Dokumentasi memperlihatkan persiapan perlengkapan, sesaji, tempat pelaksanaan, dan kesenian pengiring.
Observasi dan dokumentasi lapangan tanggal 30 Juli 2026, serta keterangan awal dari Pak Wo Gufron atau Pak Kasun Gufron. Nama Romo dan tahapan ritual secara lengkap masih menunggu konfirmasi.
04 Aktivitas Harian Warga
Dokumentasi ringkas kegiatan sehari-hari masyarakat Desa Tarokan, mulai dari bertani, beternak, hingga aktivitas di lingkungan rumah.
Campursari Surya Buana Kediri merupakan pertunjukan seni yang diselenggarakan masyarakat Desa Tarokan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan malam hari di kediaman salah satu warga RT 02. Pertunjukan dihadiri perangkat desa, masyarakat Desa Tarokan, dan mahasiswa KKN.
Dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 pada malam hari dengan durasi kurang lebih delapan jam.
Diselenggarakan oleh masyarakat Desa Tarokan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI.
Tidak dilaksanakan secara rutin. Pelaksanaannya bersifat fleksibel dan menyesuaikan acara tertentu.
Memberikan hiburan serta membangun kebersamaan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mahasiswa KKN mendokumentasikan kegiatan sebagai bagian dari pengumpulan informasi kebudayaan Desa Tarokan. Mahasiswa juga membantu persiapan, rewang, dan penyiapan konsumsi bersama masyarakat.
Campursari diselenggarakan oleh masyarakat Desa Tarokan, bukan oleh mahasiswa KKN.
Cuplikan pertunjukan Campursari Surya Buana Kediri dalam rangka perayaan HUT RI di Desa Tarokan.
05 Jelajah Tempat
Dokumentasi perjalanan mahasiswa KKN-P 62 dalam mengunjungi goa, embung, lembah, kawasan perbukitan, dan tempat menarik di Desa Tarokan serta kawasan Kediri.
Lokasi: Kawasan Dusun Guworejo–Sukorejo, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Goa alami yang berpotensi menjadi tempat wisata alam dan petualangan. Daya tariknya berupa kondisi goa yang masih alami, suasana perbukitan, dan lokasinya yang berdekatan dengan Embung Guworejo.
Goa Landak berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari jalur wisata alam yang menghubungkan kawasan goa, perbukitan, dan embung di sekitarnya.
Goa masih tergolong sebagai wisata tersembunyi dan belum dikelola seperti tempat wisata umum. Informasi mengenai tiket, penerangan, pemandu, dan fasilitas keselamatan belum tersedia jelas.
Nama lain: Goa Ngrancang Kencono
Lokasi: Dusun Geneng, sekitar RT 03–04 RW 17, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Goa alami di kawasan lereng Gunung Wilis yang memiliki potensi sebagai wisata alam, sejarah, spiritual, dan petualangan.
Hingga peninjauan Juli 2026, goa masih alami. Akses terakhir berupa jalan setapak terjal dan curam. Bagian awal relatif sempit, sedangkan bagian dalam lebih luas dan bercabang.
Lokasi: Dusun Magersari, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Kawasan alam di lereng Gunung Wilis yang memiliki hutan rindang, lahan terbuka, aliran air, dan pemandangan pedesaan yang masih asri.
Akses menuju kawasan relatif cukup baik, tetapi lokasi masih sepi dan fasilitas seperti toilet, musala, warung, dan penerangan belum tersedia secara lengkap.
Dokumentasi foto
Dokumentasi pemandangan alam di kawasan Lembah Surga Gambirloyo, Dusun Magersari, Desa Tarokan. Kawasan ini memiliki suasana rindang, perbukitan, pepohonan, dan bentang alam yang masih asri.
Lihat informasi Lembah Surga ↑
Dokumentasi pemandangan perbukitan yang berada di kawasan Goa Ngrancangan. Lanskap terlihat selama perjalanan mahasiswa KKN-P 62 menuju lokasi goa.
Lokasi: Kawasan Dusun Gebangkerep dan Guworejo, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Embung berfungsi sebagai tempat menampung air dan mendukung pengairan masyarakat. Kawasan ini juga dimanfaatkan untuk memancing dan bersantai.
Nama titik Embung Gebangkerep belum tercatat secara konsisten di peta daring dan dapat mengarah ke kawasan Embung Guworejo yang berdekatan.
Nama lain: Embung Grogol atau Bendungan Magersari
Lokasi: Dusun Magersari, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Embung Magersari merupakan kawasan penampungan air yang mendukung pertanian, ketersediaan air, penghijauan, dan konservasi lingkungan.
Pada Desember 2021 dilakukan penanaman sekitar 3.000 bibit pohon untuk penghijauan dan perlindungan mata air.
Dokumentasi lapangan
Lokasi: Kawasan Guworejo dan Gebangkerep, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.
Embung Guworejo merupakan kawasan tampungan air yang dimanfaatkan masyarakat dan berpotensi menjadi bagian dari jalur wisata alam di sekitar Goa Landak.
Nama resmi, batas lokasi, pengelola, dan fasilitas kawasan masih perlu dikonfirmasi kepada Kepala Dusun atau Pemerintah Desa Tarokan.
Dokumentasi salah satu infrastruktur baru di kawasan Kediri. Geser kumpulan foto ke kanan atau kiri untuk melihat bagian lain dari area bandara.
Foto dan video diperoleh dari dokumentasi lapangan mahasiswa KKN-P 62 UMSIDA. Keterangan yang masih belum lengkap akan diperbarui setelah mendapatkan konfirmasi dari perangkat desa atau narasumber setempat.
06 Galeri Dokumentasi
Pilihan dokumentasi Entas-entas, Campursari, Karnaval Horeg, dan kegiatan penelusuran tempat.
Dokumentasi aliran Air Terjun Ngeleyangan yang terlihat secara menyeluruh.
Percikan air yang terkena cahaya matahari membentuk warna pelangi di sekitar bebatuan.
Dokumentasi derasnya aliran dan percikan air yang diambil dari jarak dekat.
07 Kunjungi Tarokan
08 Tentang Program KKN
Website Tarokan Budaya dikembangkan mahasiswa KKN-P 62 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai media dokumentasi tradisi, seni, acara kebudayaan, potensi alam, dan kehidupan masyarakat Desa Tarokan.
Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi langsung. Informasi yang masih belum lengkap diberi catatan untuk dilakukan verifikasi lanjutan.
Website Tarokan Budaya dikembangkan sebagai salah satu program kerja mahasiswa KKN-P 62 di Desa Tarokan, Kabupaten Kediri.
Informasi kebudayaan dan lokasi disusun berdasarkan dokumentasi lapangan, sumber publik, serta keterangan narasumber. Pembaruan dapat dilakukan setelah memperoleh data yang lebih lengkap dan izin publikasi.
09 After Movie
Rangkuman perjalanan dokumentasi budaya, tradisi, dan kegiatan KKN-P 62 UMSIDA bersama masyarakat Desa Tarokan.